2 Tersangka Kasus BBJ, Ajukan Penangguhan Penahanan

newsDua tersangka  kasus dugaan  korupsi Bulan Berkunjung ke Jember (BBJ), GH dan SSH, mengajukan penangguhan penahanan. Mereka meminta pengalihan tahanan dari tahanan rutan, menjadi tahanan kota.

Pengajuan penangguhan dan pengalihan jenis penahanan disampaikan kuasa hukum kedua tersangka, Mohammad Nuril ke Kejaksaan Negeri Jember, Kamis siang.

Sebelumnya, kejaksaan menahan GH dan SSH, karena khawatir melarikan diri dan menghilangkan barang bukti. Sedangkan tersangka lainnya SN, tidak ditahan karena sakit stroke.

Muhammad nuril menjelaskan, kliennya mengajukan 2 opsi. Pertama, mengajukan permohonan penangguhan penahanan. Jika penangguhan tidak diterima, kliennya akan mengajukan permohonan kedua yakni pengalihan jenis tahanan, dari tahanan rutan menjadi tahanan kota. Nuril menjamin kedua kliennya tidak akan melarikan diri, menghilangkan barang bukti, atau mengulangi perbuatannya. Untuk memperkuat permohonan itu, kuasa hukum dan keluarga terdakwa siap menjadi jaminan.

Pengajuan penangguhan penahanan ini, memancing reaksi keras dari sejumlah LSM anti korupsi. Bahkan, Ketua LSM GEMPAR, Anshori menolak penangguhan penahan tersebut. Menurut Anshori, jaksa sudah melakukan tindakan yang benar menahan  para tersangka. Anshori berharap, proses hukum kasus BBJ tidak berhenti ada penetapan tersangka. Sebab, masih ada orang yang paling bertanggung jawab dalam kasus tersebut.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Jember, Muhammad Hambaliyanto, belum bisa memberikan penjelasan terkait permohonan penangguhan penahanan dan pengalihan status penahaman, karena masih harus dibahas terlebih dahulu dalam tim kejaksaan. (Hafit)

Comments are closed.