Perhutani Jember terus berkoordinasi dengan Kodim dan Polres Jember, untuk mencegah aksi penambangan liar di Gunung Manggar Wuluhan serta beberapa tempat yang lain.
Menurut Kepala Humas Perhutani, Agus Sulaiman, pantauan Perhutani di wilayah Gunung Manggar, di lahan sekitar 3 hektar lebih ada ratusan lubang bekas galian tambang dengan diameter 80 cm dan kedalaman 15 meter. Ratusan lubang galian tambang yang mengurangi volume tanah hampir 2.000 kubik lebih ini, dibiarkan oleh para penambang dan berpotensi merusak lingkungan, sehingga pihak Perhutani intensif melakukan penutupan lubang.
Pihak Perhutani saat ini terus melakukan langkah konkrit dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar Gunung Manggar tentang tidak adanya potensi tambang emas. Langkah itu diambil untuk mencegah para penambang liar yang berasal dari beberapa kota antara lain Tasikmalaya, Bogor, dan Banyuwangi untuk melakukan aktivitas tambang liar.
Perhutani, kata Agus, berencana akan membentuk tim khusus setelah berkoordinasi dengan beberapa pihak untuk mencegah aktivitas penambangan liar. (Ulung)
