Setiap bulan sedikitnya 1 hingga 2 penderita HIV-AIDS meninggal dunia di Kabupaten Jember.
Kepala Humas Rumah Sakit Daerah dr. Soebandi, Yustina Evi Tiyaswati mengatakan, mereka yang meninggal dunia sudah memasuki fase AIDS. Mereka rata-rata berada pada fase AIDS antara 3 hingga 15 tahun.
Dari catatan Dinas Kesehatan, warga Jember yang sudah memasuki fase AIDS sekitar 500 orang, dan 90 orang diantaranya meninggal dunia. Mereka yang sudah memasuki fase AIDS, sudah tergantung pada obat ARV, supaya tetap bisa bertahan hidup.
Menurut Yustina Evi, rata-rata pasien HIV-AIDS yang datang ke klinik VCT RSD dr. Soebandi Jember, sudah masuk stadium 3 atau AIDS seperti yang terjadi pada 10 siswa yang ditemukan tahun ini.
Evi menambahkan, siswa yang terkena HIV-AIDS, 2 orang diantaranya tengah menunggu pengumuman Unas.
Kasus HIV-AIDS di Kabupaten Jember mengundang keprihatinan aktivis anti HIV–AIDS asal Surabaya, Ika Dian Santika. Menurut Ika, untuk kota kecil seperti Jember, angka tersebut tergolong tinggi. Kasus-kasus itu terjadi karena perilaku seks yang menyimpang. (Hafit)
