Pasca ditemukannya 12 pelajar dan mahasiswa asal Jember yang positif mengidap virus HIV-AIDS, Dinas Kesehatan membentuk tim khusus yang bertugas menyosialisasikan seluk beluk HIV-AIDS. Sosialisasi itu mulai dari asal usul, cara penularan, dan cara mencegah atau terhindar dari virus HIV-AIDS.
Kepala Humas Dinas Kesehatan Jember, Yumarlis mengatakan, pembentukan tim khusus itu dilakukan karena pergaulan bebas di Jember sudah sangat menghawatirkan. Padahal, pergaulan bebas adalah pintu masuk yang paling nyata bagi penularan virus mematikan tersebut.
Saat ini, Dinas Kesehatan sedang mempersiapkan langkah sosialisasi dengan jargon “AKU BANGGA AKU TAHU”. Jargon itu sengaja dipakai agar mereka yang berada di wilayah rentan, bisa dengan sadar sedini mungkin memeriksakan diri ke klinik VCT di Rumah Sakit Daerah (RSD) dr. Soebandi. Dengan diketahui lebih dini, maka pengobatan dan penekanan penyebaran HIV-AIDS bisa dilakukan.
Sosialisasi rencananya akan dimulai awal Juni mendatang, dengan sasaran tempat-tempat yang memiliki banyak pemuda, seperti kawasan Gudang.
Data di Dinas Kesehatan saat ini menyebutkan, 1.100 orang lebih positif HIV-AIDS, 500 diantaranya sudah memasuki fase AIDS. (Ulung)