Tabloid Obor Rakyat yang Menyudutkan Jokowi, Terus Beredar di Jember

Kyai yang menerima Tabloid Obor Rakyat

Kyai Rosyidi menunjukkan tabloid Obor Rakyat yang sarat mengandung SARA dan fitnah.

Para kyai yang menerima kiriman tabloid Obor Rakyat terus bertambah. Setelah Kyai Imam Haromain, kini giliran pengasuh Pondok Pesantren Sumber Taman Kalisat, KH. Rosyidi Baihaqi, dan sebuah pesantren di Desa Sidomulyo Silo, yang menerima kiriman tabloid bernada kampanye hitam tersebut. Dosen agama Islam pada fakultas ilmu sosial dan ilmu politik itu mengaku menerima kiriman tabloid yang berbau SARA dan fitnah. Tabloid itu dikirim melalui pos yang diberikan kepada santri sekitar 40 eksemplar. Ia mengaku sudah membaca 2 edisi tabloid tersebut yang beritanya bernuansa SARA dan fitnah pada calon presiden nomor urut 2, Jokowi.

Agar tidak berdampak negatif di kalangan umat Islam dan santri, Kyai Rosyidi kemudian mengamankan tabloid tersebut, supaya tidak dibaca para santri. Karena itu para kyai atau masyarakat yang menerima tabloid tersebut supaya tabayun atau klarifikasi sehingga tidak menyesal di kemudian hari. Apalagi yang tertulis dalam tabloid tersebut tidak bisa dipercaya, karena ia nilai tabloid tersebut bukan karya jusnalistik.

Hal yang paling krusial dalam tabloid tersebut adalah mengkafirkan terhadap orang muslim. Padahal, sesuai referensi kitab paling dasar di pesantren, kitab Sulllamud Taufiq, bahwa mengkafirkan orang yang muslim menjadi kafir sendiri. Karena itu, ia berkewajiban mengamankan aqidah santri supaya tidak terjerumus kepada upaya saling mengkafirkan.

Rosyidi menghimbau kepada warga NU supaya ekstra hati-hati dalam menghadapi dinamika politik yang acapkali masuk dalam ranah aqidah. Tugas para ulama supaya tetap menjaga umat dan aqidahnya supaya berada di jalur yang benar.

Hal senada disampaikan pengurus Pondok Pesantren Darul Ulum Assurur Sidomulyo, Ahmad Jailani. Ia menjelaskan, di pondoknya sudah menerima kirim tabloid itu namun ia tidak mengetahui berapa jumlahnya. (Hafit)

Comments are closed.