Untuk mengurangi potensi pelanggaran pemilu saat pilpres 9 Juli mendatang, Panwaslu Kabupaten Jember mengadakan bimbingan teknis (bimtek) untuk sekitar 1.000 lebih Panitia Pemantau Lapangan (PPL).
Ketua Panwaslu Kabupaten Jember, Dima Akhyar kepada Prosalina FM menjelaskan, bimtek dilakukan untuk menyiapkan para pangawas di level desa sehingga pada saat pilpres nanti fungsi pengawasan berjalan secara maksimal. Dima menerangkan, bimtek ini dilakukan secara maraton selama 3 hari, dengan mendatangkan Bawaslu Provinsi Jawa Timur, tim asistensi dari Bawaslu Provinsi, dan Panwalsu Kabupaten Jember.
Ada beberapa potensi pelanggaran pemilu yang dimungkinkan terjadi, diantaranya money politik, termasuk juga potensi pengerahan birokrasi untuk memenangkan pasangan calon tertentu. Dengan bimtek maraton itu, Dima meyakini nantinya seluruh unsur pengawas pemilu dapat menjalankan tugas secara maksimal dan potensi kecurangan bisa dikurangi. (Ulung)
