Kehadiran pabrik semen baru di Puger, PT Asiatik bisa memicu persaingan tidak sehat untuk mendapatkan bahan baku. sebab di kawasan tersebut sudah ada Pabrik Semen Puger. Ketua komisi B DPRD Jember, Anang Murwanto kurang sepakat dengan kehadiran pabrik semen baru tersebut. Anang mengaku khawatir kehadiran pabrik baru, bisa memicu persaingan kurang sehat. Seharusnya Pemkab Jember mendorong pabrik semen Puger, meningkatkan produksi dan kualitas, sehingga bisa diterima pasar. Anang sangat menyayangkan jika sampai terjadi persaingan kurang sehat. Namun pemkab mempunyai alasan menghadirkan perusahaan tersebut, yakni kualitas semen yang dihasilkan berbeda, karena menggunakan mesin produksi yang berbeda. Selain itu kapasitas produksi PT Asiatik juga juga lebih besar dari pabrik semen Puger. Disisi lain segmen pasar yang dibidik juga berbeda. Saat ini perusahaan semen yang baru, sedang mengajukan kelengkapan ijin operasional.
Kepala dinas perindustrian dan perdagangan ESDM, Ahmad Sudiono menjelaskan, pelaku usaha pabrik semen yang baru ini bukan orang baru. Dia orang lama dan sudah memiliki ijin tambang di gunung Sadeng. Bahkan ijin penambangan yang dimiliki PT Asiatik seluas 40 hektar. Dengan kehadiran pabrik semen, selain menjual dalam bentuk semen, juga bisa menyerap tenaga kerja baru. Ahmad berharap perusahaan semen yang diperkirakan menghasilkan 1,5 juta ton pertahun ini, bisa terukur dan berkiblat kepada pada perusahaan semen nasional, seperti semen gresik, dengan kwalitas internasiona. Langkah ini harus ditempuh supaya produksi bisa diterima di tingkat nasional dan internasional. Sebab, hingga saat ini perusahaan semen yang ada di Indonesia, belum bisa mencukupi kebutuhan semen dunia dan nasional.
