Kerabat korban pembunuhan anak kandung di Desa Yosorati Sumberbaru, menilai tersangka sering menganiaya anak kandungnya menggunakan benda tumpul seadanya. Hariyanto, salah seorang kerabat korban, mengaku sering menerima pengaduan anak-anak tersangka jika sering dipukul. Setiap terjadi kesalahan sedikit saja, tersangka selalu marah dan memukul tidak dengan tangan kosong, melainkan menggunakan benda-benda seadanya.
Seperti pengakuan adik korban, jika meninggalnya korban karena dipukul menggunakan palu, alat tumbuh kopi dari besi, yang kemudian dipendam dalam septic tank. Anak-anak tersangka jadi ketakutan, karena sikap keras ibu kandungnya sendiri.
Dalam peristiwa pembunuhan yang terjadi 2 tahun lalu, adik korban melihat dengan kasat matanya sendiri, saat IIN dipukul dan dipendam dalam septic tank. Adik korban juga melihat saat ibunya menutup septic tank menggunakan semen, yang sudah disiapkan sebelumnya. Karena sikap keras tersangka itulah, tambah Hariyanto, semua anak-anaknya tidak betah tinggal serumah karena bapak kandungnya sekaligus bapak tiri korban, bekerja di luar negeri. (Fathul)
