Meski KBM Sudah Dimulai, Namun Tidak Semua Sekolah Terima Buku Ajar Kurikulum Baru

newsMeski Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) sudah berlangsung mulai Senin (4/8/2014) kemarin, namun seluruh sekolah di Jember belum menerima buku pelajaran untuk kurikulum yang baru.

Menurut Kepala SDN Sidomulyo 5, Sutikno, sekolah hanya menerima 1  buku pegangan untuk guru. Sementara untuk buku pegangan siswa hingga saat ini belum ada. Sekolah akhirnya terpaksa memfotokopi buku pegangan tersebut sesuai jumlah siswa. Biaya fotokopi diambilkan dari dana BOS.

Sutikno mengaku tidak mengetahui mengapa hingga ada keterlambatan distribusi buku, karena pengadaan buku itu dilakukan pihak Kementerian Pendidikan. Pihak Kementerian hanya berkirim SMS kepada seluruh kepala sekolah, supaya menfotokopi, sambil menunggu buku yang mengacu pada kurikulum baru.

Hal senada dipaparkan Kepala SDN Mayang 1, Imam Mameni. Menurut Imam, sekolahnya harus mengeluarkan biaya operasional sebesar Rp 3 juta untuk memfotokopi buku panduan untuk sekitar 200 siswa. Buku panduan sesuai kurikulum yang baru tersebut digunakan oleh siswa kelas 1, 2, 4 dan kelas 5. Dia berharap pemerintah segera memberikan buku pelajaran yang dibutuhkan, dan sesuai dengan kurikulum yang baru. (Hafit)

Comments are closed.