Pembina paguyuban PKL Jember, Mahmud Sarjuyono, mengusulkan agar Pemkab menyiapkan satu tempat khusus untuk menampung PKL Pasar Tanjung.
Rencana relokasi PKL oleh Pemkab, di Pasar Tegal Besar, Pasar Sukorejo, Pasar Gebang dan Pasar Bungur, menurutnya justru menyengsarakan PKL. Tempat relokasi yang disiapkan, dinilai tidak layak karena ditinggalkan pemiliknya terdahulu, lantaran tidak memadai dan menarik simpati masyarakat pembeli.
Dalam pernyataan sikapnya, mantan Wakil Ketua DPRD Jember itu, jika Pemkab memaksakan merelokasi PKL, bukan seharusnya di pasar-pasar yang sepi. Jika ingin sekitar Pasar Tanjung bersih dari aktivitas PKL, seharusnya Pemkab menyiapkan tempat khusus untuk menampung sejumlah PKL. Dengan tempat khusus, perhatian masyarakat akan lebih baik daripada pindah ke pasar yang sudah ada dan tidak diminati masyarakat. Lahan kosong milik Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, di depan Pasar Tegal Besar, dinilai layak dibangun pasar baru.
Diberitakan Prosalina FM sebelumnya, Kepala Dinas Pasar Pemkab Jember, M Hasi Madani, yakinkan PKL sekitar Pasar Tanjung agar tidak berkecil hati menempati tempat relokasi yang disiapkan Pemkab. Tempat relokasi yang disiapkan, di Pasar Sukorejo, Pasar Tegal Besar, Pasar Gebang dan Pasar Bungur, sudah direhab dan ditata lebih baik agar menarik bagi masyarakat. (Fathul)
