Sejumlah perwakilan Paguyuban Bongkar Muat yang terletak di Jalan Hos Cokroaminoto Jember, kembali mendatangi kantor DPRD Jember, Senin siang. Mereka hendak mengadu karena mulai 8 September mendatang, mereka tidak lagi diperbolehkan melakukan bongkat muat di Jalan Cokroaminoto.
Menurut salah seorang anggota Paguyuban Bongkar Muat, Muhammad Zuhro, ada sepuluh ekspedisi yang melakukan bongkar muat di Jalan Cokroaminoto. Sementara Pemkab Jember tidak menyediakan tempat pengganti. Ia berharap Pemkab dan DPRD Jember bisa mencarikan solusi tempat pengganti yang strategis. Apalagi, hingga saat ini Kabupaten Jember belum mempunyai terminal chargo.
Zuhro menjelaskan, hingga saat ini sudah ada 3 kali perubahan tempat bongkar muat. Sebelumnya di Jalan Dokter Wahidin, Jalan Samanhudi, dan terakhir Jalan Cokroaminoto. Untuk yang keempat kalinya belum ada kepastian tempat. Ia berharap pemkab bisa mencarikan tempat yang tidak jauh dari Pasar Tanjung, seperti lapangan Talangsari Jalan KH Siddiq. Sebab, petugas bongkar muat mengangkut dengan gerobak memakai tenaga manusia.
Anggota perwakilan paguyupan bongkar muat akhirnya pulang setelah mengetahui seluruh anggota dewan berada di Surabaya mengikuti bimtek. Ketua sementara DPRD Jember, Siswono, berjanji akan memanggil Dinas Perhubungan terkait pengaduan Paguyuban Bongkar Muat tersebut.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan, Isman Sutomo berkirim surat kepada Paguyuban Bongkar Muat untuk tidak lagi menggunakan Jalan Cokroaminoto sebagai tempat bongkar muat. Sebab, tempat bongkar muat itu menempati fasilitas umum, halte untuk menunggu angkot. (Hafit)

