Kecamatan Silo Tertinggi Angka Kematian Bayi

IMG_20140627_173539

Kepala Humas Dinas Kesehatan, Yumarlis

Angka kematian bayi  tertinggi di Jember terjadi di kecamatan Silo. Menurut Humas Dinas Kesehatan Jember, Yumarlis, angka kematian bayi di kabupaten jember menunjukan tren naik dalam 5 tahun terakhir.  Tahun 2010 jumlah bayi meninggal dunia sebanyak 398 bayi, tahun 2011 naik menjadi 439 kasus. Namun tahun 2012 turun lagi menjadi 424 kasus,  402 kasus di tahun 2013, dan hingga bulan agustus lalu tercatat 167 kasus. Menurut yumarlis, kecamatan silo menenpati rangking pertama dengan 101 kematian bayi, disusul sukowono 90 kasus, kalisat 89 kasus, jenggawah 77 serta sumberbaru  73 kasus kematian bayi. Tingginya angka kematian bayi, karena ibu hamil enggan memeriksakan kesehatan di posyandu, polindes, bidan atau puskesmas. Selain itu banyak ibu melahirkan menggunakan jasa dukun bayi. Yumarlis juga mengatakan 48 persen meninggal dunia karena gizi buruk, 15 persen karena sesan napas, dan 15 pesen karena kasus lain. Hafid

Comments are closed.