Meski komposisi komisi di DPRD Jember baru Rabu (08/10/2014) kemarin terbentuk, namun pekerjaan rumah di setiap komisi sudah menumpuk, terutama Komisi D yang membidangi kesejahteraan rakyat.
Menurut Wakil Ketua DPRD Jember, Ayub Junaidy, karena komisi baru terbentuk, pengaduan masyarakat sebelumnya diterima pimpinan dan parpol. Sejumlah pekerjaan yang menjadi tugas Komisi D diantaranya, terkait meningkatnya HIV-AIDS, kasus pungutan biaya pendidikan, PHK massal perusahaan dealer, dan dugaan malapraktik di Rumah Sakit Kalisat.
Sementara Komisi C harus segera membahas pendapatan dan pembangunan marka kejut. Sebab, banyak warga Jember yang mengeluhkan pembangunan marka kejut di wilayah kota dan kecamatan. Komisi B punya pekerjaan berat menangani kasus kekeringan di sejumlah wilayah, serta persoalan penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang belum tuntas. Sedangkan Komisi A harus segera turun memantau pilkades serentak yang dilaksanakan di 58 desa, diantaranya di Kecamatan Mayang dan Silo.
Ayub meminta para pimpinan komisi segera bergerak cepat, memanggil pihak-pihak terkait mencari solusi terkait persoalan-persoalan tersebut. (Hafit)
