Audiotorial “Proyek”

newsKomisi C DPRD Jember berencana mengundang pelaksana proyek saluran air di Jalan Hayam Wuruk. Sebab, dari temuan saat sidak ada bahan baku yang  tidak memenuhi ketentuan. Ketidaksesuaian bahan baku dikhawatirkan mempengaruhi kualitas proyek senilai Rp 2 miliar tersebut. Konon Dinas PU Bina Marga juga berniat mengkonfirmasi kepada rekanan.

Begitu memang seharusnya wakil rakyat. Salah satu fungsi Dewan Perwakilan Rakyat adalah pengawasan. Tentu saja bukan pengawasan teknis, karena pengawasan teknis urusan eksekutif. Pengawasan yang dilakukan legislatif adalah pengawasan terhadap kebijakan yang dari pengawasan itu bisa diketahui apakah kebijakan tersebut dieksekusi sesuai rencana.

Juga begitu  seharusnya eksekutif sebagai pelaksana kebijakan, melalui dinas teknis melakukan pengawasan. Jadi, kalau Dinas PU Bina Marga berniat mengkonfirmasi indikasi ketidaksesuaian material proyek saluran air Jalan Hayam Wuruk, lalu menindaklanjutinya dengan keputusan apapun agar rekanan memenuhi ketentuan, maka niat seperti itu patut diapresiasi.

Sebelumnya, Dinas PU Cipta karya mendapati proyek pembangunan trotoar menyimpang dari spesifikasi yang ditetapkan. Lalu dinas ini minta agar rekanan membongkar dan memperbaiki garapannya. Tindakan Dinas PU Cipta karya juga patut diapresiasi. Syukur kalau dinas teknis ini tidak berhenti hanya sampai pada permintaan perbaikan, tetapi mencatatnya sebagai rapor bagi rekanan lalu menjadikannya sebagai pertimbangan dalam penentuan pemenang tender.

Publik pasti senang, karena dinas teknis tidak main-main. Publik tidak lagi gamang karena dinas teknis mempartanggungjawabkan setiap sen uang rakyat yang digunakan untuk membiayai proyek. Publik tidak lagi khawatir lantaran dinas teknis, juga wakil rakyat, menjalankan fungsinya secara efektif. Publik tidak cemas lantaran baik eksekutif maupun legislatif, tidak sedang hanky panky, pat gulipat, berselingkuh dan bersekongkol dan berpelukan mesra dengan rekanan.

Dan akhirnya, publik tentu akan jauh lebih senang kalau apa yang dilakukan wakil rakyat bukan lantaran mereka baru dilantik. Jadi, biar terkesan garang, yang dengan begitu lantas bargaining value atau nilai tawarnya naik. Atau, untuk menciptakan kesan pertama kepada khalayak luas bahwa mereka tidak salah pilih, tapi seiring dengan berjalannya waktu lalu masuk angin. Sementara eksekutifnya, setali tiga uang, sama saja, melalui dinas teknisnya, juga ingin menciptakan kesan pertama terhadap wakil rakyat sambil mencari celah dan titik-titik yang bisa dijadikan pijakan pertama komunikasi dari hati ke hati.

(Aga)

 

Comments are closed.