Karena kritik kuat dari masyarakat terhadap kegiatan studi wisata edukasi di Dinas Pendidikan Jember yang digunakan kesempatan plesiran ke luar negeri, Komisi D DPRD Jember memberi sinyal akan mengalihkan anggaran itu untuk program beasiswa.
Menurut Ketua Komisi D, Muhammad Hafidzi, perencanaan angggaran tahun 2015 harus sudah dialihkan kepada masyarakat yang lebih membutuhkan, diantaranya program beasiswa untuk mahasiswa tidak mampu dan berprestasi. Dengan demikian, mereka bisa mengenyam pendidikan tinggi. Selain itu, bisa dialihkan kepada kebutuhan mendesak seperti sarana pendidikan di daerah pinggiran yang masih sangat memprihatinkan. Anggaran Rp 1,5 miliar bisa untuk membangun gedung, tidak hanya dihabiskan dalam waktu sepekan ke luar negeri.
Hingga saat ini, Komisi D belum melihat dampak dan manfaat studi banding ke luar negeri bagi dunia pendidikan di Jember. Mungkin manfaat itu hanya dirasakan segelintir kelompok menengah ke atas bisa jalan-jalan ke luar negeri.
Sebelumnya, salah seorang guru SMK Negeri di Jember, Hasyim kepada Prosalina FM menyampaikan pengalaman siswanya yang berprestasi mengikuti kegiatan wisata edukasi ke luar negeri. Namun sayangnya, usai pulang dari mengikuti kegiatan itu, siswanya tidak bisa melanjutkan kuliah karena berasal keluarga tidak mampu. Ia meminta dana sebesar itu, seharusnya digunakan untuk beasiswa siswa berpretasi untuk melanjutkan ke Perguruan Tinggi. (Hafit)
