Gudang yang menggunakan Sistem Resi Gudang (SRG) berkapasitas 2 ribu ton di Desa Wirowongso Ajung, Rabu pagi, akhirnya diresmikan dan siap beroperasi. Peresmian dipimpin oleh Sekretaris Kabupaten Jember, Sugiarto, dan dihadiri pejabat dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPETI), Edy Subagyo.
Pembangunan gudang dengan Sistem Resi Gudang itu menggunakan dana APBN tahun 2012, melalui Kementerian Perdagangan. Namun, baru diresmikan karena Kementerian Perdagangan harus membantu Pemkab Jember menyiapkan teknis pengoperasiannya.
Menurut Sekretaris Kabupaten Jember, Sugiarto, gudang tersebut menampung segala komoditas pertanian, khususnya gabah, beras, jagung, dan kedelai. Gudang juga dilengkapi alat pengering.
Petani atau kelompok tani yang ingin memanfaatkan Sistem Resi Gudang, bisa mendapatkan layanan gratis karena biaya sewa ditanggung Pemkab Jember, Rp 75 rupiah per kilogram produk yang dititipkan ke gudang tersebut.
Selain menyimpan untuk menyimpan hasil produksi pertanian, petani bisa menunda jual produknya, menunggu harga lebih tinggi. Sistem Resi Gudang bisa digunakan sebagai agunan untuk meminjam modal perbankkan, dengan bunga rendah.
Sementara Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan ESDM Jember, Ahmad Sudiono, berharap bisa membangun beberapa gudang serupa di beberapa daerah yang menjadi basis pertanian di Jember. Selain akan mengajukan usulan anggaran melalui APBN, ia juga akan menjalin kerjasama dengan swasta, untuk membangun gudang dengan sistem resi gudang tersebut. (Fathul)

