Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember memprediksi 10 desa di tiga kecamatan di Kabupaten Jember, terkena dampak erupsi Gunung Raung.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana (BPBD) Jember, Mahmud Rizal, 10 desa itu antara lain Desa Jambearum, Rowosari, dan Gunung Malang Sumberjambe, kemudian Desa Slateng, Sumberbulus, Sumberlesung, dan Sumbersalak Kecamatan Ledokombo. Serta Desa Sumberjati, Garahan, dan Sidomulyo Silo.
BPBD Jember bersama perangkat desa telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat di lereng Gunung Raung, terkait peningkatan status Gunung Raung dari normal menjadi waspada. Peningkatan status Gunung Raung yang berada di perbatasan Kabupaten Jember – Banyuwangi – Bondowoso tersebut terjadi sejak Kamis (13/11/2014) pagi kemarin. Karena peningkatan status ini, masyarakat dan pendaki gunung tidak diperbolehkan mendekat atau melakukan aktivitas, dalam radius 2 kilometer dari pusat kawah Gunung Raung.
Mahmud mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpancing isu-isu menyesatkan terkait erupsi gunung raung karena BPBD akan selalu memberikan informasi kepada masyarakat, jika terjadi peningkatan aktivitas gunung api. Selain itu, BPBD juga akan memberikan pemahaman, agar masyarakat siaga bencana.
Sementara anggota DPRD Jember yang juga warga Desa Rowosari-Sumberjambe, Haji Pardi menjelaskan, BPBD harus memberikan sosisliasi kepada warga Desa Rowosari yang tinggal di tengah hutan. Sebab, mereka tinggal di kawasan yang terkena dampak langsung erupsi Gunung Raung.
Anggota Komisi A DPRD Jember dari Fraksi PKB ini berjanji, akan berkoordinasi dengan warga dan muspika agar meningkatkan kewaspadaannya. (Hafit)
