Di Jember, kebijakan pemerintah menaikan harga bbm, yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo, jam sembilan malam, ternyata tidak menyebabkan antrean kendaraan di sejumlah SPBU. Sebab, interval waktu pengumuman dengan eksekusi kenaikan harga BBM, hanya 3 jam berselang.
Menurut petugas SPBU Kertosari kecamatan Pakusari, Hariyanus, meski presiden mengumumkan jam 9 tadi malam. Tidak ada antrean kendaraan seperti rencana kenaikan sebelumnya, yang panjang antrean pembelian BBm bisa mencapai 2 kilometer.
Sementara seorang pengendara sepeda motor, Sadam Khusen, warga pakusari mengku keberatan dengan kenaikan harga bbm 2000 rupiah. Menurut sales parfum keliling tersebut, setiap hari ia menghabiskan 2 liter bensin, untuk betjualan. Sementara penghasilannya antara 25 ribu hingga 30 ribu rupiah. Dengan kenaikan harga BBM 2 ribu rupiah per liter, dia harus membeli bensin 17 ribu rupiah perhari. Menurut Saddam, kenaikan harga BBM sebesar 2 ribu rupiah, sangat memberatkan. Hafid
