Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember, Bukri, secara pribadi mengaku kecewa atas kenaikan harga BBM. Namun dengan pertimbangan menipisnya keuangan negara, partainya mendukung kebijakan Presiden Jokowi menaikkan harga BBM.
Menurut Bukri, subsidi BBM yang harus ditanggung pemerintah setiap hari sekitar Rp 1 triliun. Jika dikalikan satu tahun, akan mencapai Rp 400 triliun. Sementara yang menikmati subsidi BBM adalah masyaraat ekonomi menengah ke atas. Karena itu, subsidi tersebut dialihkan kepada masyarakat yang lebih membutuhkan, pada sektor pendidikan, kesehatan, dan pembangunan infrastruktur.
Kata Bukri, kenaikan harga BBM tidak ada kaitannya dengan turunnya harga minyak dunia, tapi lebih didasarkan pada menipisnya keuangan Negara.
Sementara anggota Fraksi Partai Golkar, Mujibur Rohman Sucipto, menyanyangkan pemerintah menaikkan harga BBM. Padahal harga minyak dunia turun. Bahkan sejumlah negara menurunkan harga minyaknya.
Sucipto menilai, kebijakan tersebut tidak tepat karena kondisi cuaca baru beralih dari kemarau ke penghujan. Masih banyak petani yang gagal panen. Karena itu, ia berharap pemerintah memaksimalkan program kompensasi subsidi BBM. (Hafit)
