Meski baru awal musim penghujan, ternyata angka kasus demam berdarah sudah meningkat. Dalam kurun waktu setengah bulan saja, sudah ada 33 kasus demam berdarah di Jember.
Kepala Humas Dinas Kesehatan Jember, Yumarlis menyatakan, tren meningkatnya kasus demam berdarah mulai tampak sejak bulan Agustus yang lalu. Jika selama Agustus ada 49 kasus, di bulan September ada 41 kasus, dan selama Oktober naik lagi menjadi 60 kasus demam berdarah di Jember.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, kasus demam berdarah banyak terjadi di 3 kecamatan kota, yakni Kaliwates, Sumbersari dan Patrang, serta daerah pinggirian seperti Wuluhan, Ambulu dan Puger. Karena itu, Yumarlis kembali mengingatkan masyarakat agar secara rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk, dengan secara rutin menguras bak mandi terbuka.
Kepada Prosalina FM, Yumarlis juga menyebutkan berdasar penelitian Dinas Kesehatan, endemis demam berdarah dengan pertumbuhan jentik nyamuk terjadi lonjakan kasus. Angka bebas jentik di Jember masih di bawah 80 persen. Padahal, normalnya harus di atas 95 persen. Rumah-rumah di 3 kecamatan kota, 20 persen masuk wilayah endemis demam berdarah. (Fathul)

