Jiwa Entrepreneur Akan Menjawab Kebutuhan Jelang Era Pasar Bebas

IMG_20141127_121410

Ridwan Abadi (tengah) usai menjadi pembicara seminar kewirausahaan di Politeknik Negeri Jember.

Untuk menjalankan bisnis dengan jiwa entrepreneur, ada 3 hal yang harus berjalan secara sinergis, yakni Sumber Daya Manusia, uang, dan sistem. Jiwa entrepreneur ini menjadi kebutuhan mendasar ketika Indonesia menghadapi era pasar bebas.

Hal ini dipaparkan pemilik Dapur Kreatif dan Batagor Jepang Takashi Mura, Ridwan Abadi, usai expo kewirausahaan mahasiswa nasional yang digelar Politeknik Negeri Jember, Kamis pagi. Menurut Ridwan, ketiga elemen itu harus berjalan dengan baik, sehingga kita bisa memetik hasilnya. Entrepreneur sangat berbeda dengan sistem kerja konvensional yang semua hal terpusat pada satu orang.

Hal senada dipaparkan pelaku usaha yang juga pemilik Go Dream, Nyoman. Menurut Nyoman, entrepreneur adalah pola pikir bagaimana menjalankan bisnis dengan mengedepankan sistem yang kreatif. Kunci utama keberhasilan seorang entrepreneur adalah pola kepemimpinan atau leadership yang handal. Perusahaan, wilayah atau negara yang dipimpin seorang entrepreneur akan bisa cepat berkembang dengan pesat.

Sedangkan menurut Pembantu Direktur 3 Politeknik Negeri Jember, Joko Irsyan, kegiatan expo kewirausahaan ini merupakan rangkaian program pemerintah untuk pengembangan kewirausahaan mahasiswa. Program mahasiswa wirausaha ini menyediakan bantuan modal, agar mahasiswa berusaha menjalankan berwirausaha secara mandiri. Politeknik Negeri Jember dipercaya menjadi tuan rumah expo wirausaha berskala nasional ini, karena dinilai mampu mengembangkan wirausaha bagi mahasiswa. Kegiatan ini juga menjadi rangkaian acara menandai ulang tahun Politeknik Negeri Jember yang ke-26, yang jatuh pada bulan November ini. (Ida)

Comments are closed.