Tidak puas dengan hasil pilkades Slateng Ledokombo, beberapa perwakilan warga Senin siang mendatangi Polres Jember. Mereka tetap mempersoalkan adanya sejumlah pemilih dari luar Desa Slateng yang ikut memilih dalam pilkades, dengan membawa senjata tajam berupa celurit. Namun, laporan mereka ditolak Unit SPK Polres Jember, karena dinilai bukan kewenangan polisi, melainkan panitia pilkades setempat.
Salah seorang warga, Umar Faruk, mengaku membawa alat bukti berupa surat undangan memilih yang disita dari pemilih asal luar Desa Slateng. Ia juga menyesalkan adanya pemilih yang membawa celurit saat memilih dan disita oleh polisi, namun tidak ada kelanjutan penanganannya. Jika masalah yang terjadi dalam pilkades Slateng tidak ada penanganan secara hukum, ia minta polisi tidak menyalahkan rakyat jika terjadi gejolak massa di desanya.
Diberitakan Prosalina FM sebelumnya, ratusan warga Desa Slateng unjuk rasa menyegel pintu gerbang kantor desa setempat, terkait dugaan kecurangan selama pilkades. (Fathul)
