Tekan Harga, TPID Segera Gelar Operasi Pasar dan Salurkan Raskin ke-13

newsLaju inflasi pasca kenaikan harga BBM di Kabupaten Jember, paling tinggi se-Jawa Timur, mencapai level 1,92 persen. Angka itu juga di atas angka inflasi rata-rata Jawa Timur dan nasional. Laju inflasi yang cukup tinggi itu memang dipicu oleh kenaikan harga BBM yang berimbas pada kenaikan sektor lain, seperti tarif angkot dan harga gas elpiji 3 kilogram.

Menurut Kepala Kantor Perwakilan BI Jember, Ahmad Bunyamin, tingginya angka inflasi di Jember karena jumlah pemilik kendaraan bermotor dan konsumsi BBM di Jember juga tinggi.

Sementara Ketua Hiswana Migas Wilayah Eks Karesidenan Besuki, Benny Satria menjelaskan, pasca kenaikan harga BBM, terjadi persaingan harga gas elpiji 3 kilogram yang tidak sehat. Di saat agen-agen sudah sepakat dengan penyesuaian harga, masih ada pihak-pihak yang menjual di bawah harga kesepakatan, sehingga sejumlah agen merugi karena kalah bersaing. Sedangkan harga ketetapan baru Gubernur belum ada. Surat Hiswana Migas ke Bupati agar menetapkan harga sementara, juga belum dijawab.

Dalam gelaran rapat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Jember, Selasa siang, menyepakati agar harga-harga terkendali dilakukan upaya operasi pasar, penyaluran raskin ke-13, dan penetapan tarif angkot oleh Bupati. (Ely)

Comments are closed.