Selama 2014, 7 Warga Jember Meninggaldunia karena DB

KEPALA DINAS KESEHATAN - BAMBANG SUWARTONO

Kepala Dinas Kesehatan Jember, Bambang Suwartono.

Selama 2014, 7 orang warga Jember meninggal dunia karena terserang Demam Berdarah (DB).

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jember, Bambang Suwartono, mereka meninggal dunia karena terlambat dibawa ke fasilitas kesehatan. Padahal, untuk mendeteksi Demam Berdarah butuh waktu, karena harus memeriksa trombosit. Rata-rata pasien dibawa dalam kondisi sudah parah, sehingga meninggal dunia setelah beberapa saat setelah dirujuk ke rumah sakit.

Menurut Bambang, daerah terbanyak penyumbang DB masih tetap 5 kecamatan kota dan Jember Selatan, yakni Kecamatan Kaliwates, Puger, Sumbersari, Wuluhan, dan Patrang. Bambang berjanji akan terus meningkatkan layanan kesehatan kepada masyarakat. Selain itu, pihaknya akan terus menggalakkan sosialisasi supaya selalu menjaga kebersihan lingkungan. Dengan demikian, rantai perkembangan nyamuk penyebab Demam Berdarah bisa diputus.

Sementara anggota Komisi D DPRD, Mufti Lali, menyayangkan lambannya deteksi Demam Berdarah. Ada tetangga Mufti yang oleh dokter puskesmas dinyatakan penyakit demam biasa. Namun saat dirujuk ke rumah sakit, warganya itu divonis terserang Demam Berdarah. Akibatnya, penanganan terlambat dan pasien meninggal dunia. (Hafit)

Comments are closed.