Jember Hari Ini – Buruh PDP Kahyangan tetap tegas menolak rencana Kerja Sama Operasi (KSO) dengan pihak ketiga. Pemkab harus belajar dari kesalahan masa lalu. Setelah KSO batal, 159 ton karet PDP yang dibawa calon penerima KSO saat itu tidak dikembalikan hingga sekarang. Karena itu, Ketua Forum Komunikasi Pekerja Antar Kebun, FK-PAK, Dwi Agus Budiyanto menegaskan, buruh akan berjuang hingga titik darah penghabisan menolak KSO.
Dwi agus memandang, kebangkrutan PDP Kahyangan sengaja dikondisikan agar ada pembenaran rencana KSO. Pemkab sengaja membiarkan PDP Kahyangan hingga dalam kondisi hampir bangkrut. Padahal, masalah serius yang ada di tubuh PDP ada di internal perusahaan sendiri. Banyak penempatan personil yang tidak profesional, mulai dari jajaran direksi hingga mandor. Dwi Agus meminta Pemkab sebaiknya menata internal PDP sebelum menjalankan KSO.
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi C, Anang Murwanto menyatakan, meng-KSO-kan PDP bukan langkah yang tepat. Apalagi kalau hal itu dilakukan oleh Bupati sebagai Komisaris PDP. Menurut Anang, sejauh ini Pemkab belum melakukan upaya-upaya strategis untuk menyelamatkan PDP. Misalnya, mengangkat direktur teknik dan produksi yang sudah 2 tahun ditinggalkan Sudarisman. (Hafit)
