Audiotorial “Partai Politik dan Pemilukada”

newsSejauh ini belum ada kepastian tentang aturan dan jadwal pemilihan Bupati. Tetapi rupanya sudah ada partai politik yang mulai menjaring dan membuka pendaftaran bakal calon. Salah satu parpol yang sudah membuka pendaftaran bakal calon bupati adalah PDI Perjuangan Jember. Kabarnya dari 3 sampai 4 bakal calon, baru satu orang yang mendaftar.

Kalau boleh mengira dan menduga PDI Perjuangan beranggapan semakin cepat pendaftaran semakin baik. Kesempatan menyeleksinya jadi panjang. Kira-kira juga PDI Perjuangan ingin proses seleksi berjalan menyeluruh dan tuntas karena memilih calon pemimpin memang bukan urusan gampang juga bukan perkara sepele. Diperlukan proses seleksi yang ketat agar calon yang diusung kelak benar-benar bisa dipertanggungjawabkan. Bisa dipertanggungjawabkan popularitasnya, kapasitasnya, integritasnya, elektabilitasnya, dan akseptabilitasnya.

Kalau itu yang dimaksud partai politik, maka publik luas bisa dipastikan akan memberikan dukungan. Selain pendidikan dan sosialisasi politik, fungsi yang harus dijalankan partai politik adalah kaderisasi dan rekrutmen pemimpin. Ketika partai politik menghendaki citranya terjaga dan terpelihara, maka partai politik harus menyodorkan kader atau sosok yang bisa meningkatkan citra baik parpol bersangkutan. Sebab, citra parpol berbanding lurus dengan tingkat keterpilihan. Sudah barang tentu maksudnya keterpilihan  pada saat pemilu.

Begitulah, maka sudah semestinya kalau dalam penjaringan dan seleksi calon pemimpin, entah itu capres, cagub atau cabup, parpol berpegang teguh pada prinsip yang mengarah pada terjaringnya bakal calon yang bisa dipertanggungjawabkan. Mekanismenya mesti transparan, partisipatif, dan aspiratif. Bukan sebaliknya, oligarkis, hanya ditentukan oleh segelintir elit parpol. Apalagi diwarnai praktik politik nepotis dan transaksional. Sebab pemimpin itu pada galibnya menentukan nasib dan hajat hidup orang banyak. Dan di Jember, Bupati adalah pemimpin yang bertanggung jawab atas kesejahteraan hampir 2,5 juta jiwa.

(Aga)

 

 

 

Comments are closed.