Hasil Survei Tidak Bisa Dijadikan Rujukan Hasil Pilkada

AYUB JUNAIDI

Ayub Junaidi

Jember Hari Ini – Para politisi muda menilai hasil survei Political Research Center (PRC) terkait Bacabup yang layak maju dalam pilkada tahun 2015 nanti, tidak bisa dijadikan rujukan hasil pilkada.

Namun legislator PKB, Ayub Junaidi, yang saat ini duduk menjadi Wakil Ketua DPRD Jember ini merespon positif hasil survey tersebut. Ayub merasa terhormat karena namanya menjadi salah satu yang diharapkan maju menjadi Calon Bupati. Ketua GP Ansor ini menegaskan, hasil survei  tersebut belum bisa dijadikan rujukan siapa yang bakal menang dalam perebutan kursi Jember 1 pada pilkada nanti.

Menurut Ayub, jika berkaca dari pengalaman Jokowi saat maju sebagai Gubernur DKI Jakarta, saat itu berdasarkan hasil survei seteru politiknya, Fauzi Bowo, menang jauh atas Jokowi. Namun saat pilkada dilaksanakan, ternyata Jokowi yang terpilih.

Hal senada disampaikan politisi muda Partai Nasdem, Muhammad Eksan. Ketua DPD Partai Nasdem yang juga anggota DPRD Provinsi Jawa Timur ini menegaskan, hasil survei PRC tidak menggambarkan suara rakyat Jember.

Politisi yang disebut-sebut Bakal Calon Bupati (Bacabup),  mempertanyakan  dasar menguji 24 tokoh sebagai kandidat Calon Bupati Jember 2015. Sementara dalam sejumlah polling di sebuah media cetak dan online Jember, justru namanya termasuk yang paling banyak diusulkan masyarakat dan aktivis media sosial.

Menurut Eksan, metode survei PRC sangat ganjil. Survei terhadap opinion leaders itu tidak relevan dengan sistem pilihan langsung rakyat. Sebanyak 50 orang yang dijadikan sampel, pasti memiliki tingkat deviasi atau penyimpangan yang sangat tinggi. Eksan menyatakan, survei publik seharusnya minimal melibatkan 1.200 sampel acak.

Sebelumnya,  berdasarkan hasil survei PRC, kalangan birokrat mendapat dukungan terbanyak untuk maju sebagai kandidat Calon Bupati Jember. Sementara kalangan politisi dan profesional menduduki posisi kedua dan ketiga. (Hafit)

Comments are closed.