Tahun Ini Akan Dilakukan Pendataan Warga Miskin

newsJember Hari Ini – Pencairan dana Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) banyak  yang tidak tepat sasaran, karena data Rumah Tangga Sasaran (RTS) menggunakan data lama yang sekarang menjadi kurang valid.

Menurut Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKAD), Zulkifli, banyak identitas penerima yang keliru sehingga dana tidak bisa dicairkan. Zulkifli meminta Badan Pusat Statistik (BPS) melibatkan kepala desa untuk melakukan pendataan warga yang kurang mampu, supaya datanya lebih valid.

Hal senada tentang tidak tepatnya sasaran PSKS juga diamini anggota Komisi A DPRD Jember, David Handoko Seto. David memandang, BPS perlu mengundang anggota Komisi A sebelum pendataan dimulai, supaya penyelenggara di lapangan tidak main-main.

Kepala BPS Jember, Indria Purwaningsih mengatakan, data PSKS memang menggunakan data tahun 2011. Biasanya BPS melakukan pembaruan data setiap 3 tahun. Namun karena tahun 2014 terjadi transisi kepemimpinan, pembaruan data baru akan dilakukan tahun ini.

BPS akan membentuk Forum Komunikasi Publik yang melibatkan jajaran RT dan kepala desa untuk mendata Rumah Tangga Sasaran yang pengeluaran kesehariannya dibawah standar. Data yang diperoleh itu nantinya akan dirangkum dan dikirim ke pusat. Setelah pemerintah pusat melakukan verivikasi data, pihaknya akan menerjunkan petugas kembali untuk melakukan pendataan ulang dari rumah ke rumah.

Berdasarkan data 2011, jumlah RTS di Jember 319 ribu keluarga namun yang menerima dana PSKS 200 ribu RTS. (Hafit)

Comments are closed.