Jember Hari Ini – Meski Mohammad Sholeh mendaftar sebagai Bakal Calon Bupati Jember yang memperebutkan rekomendasi Partai Gerindra, namun namanya tidak dicoret sebagai anggota Tim 9 atau tim penjaringan Calon Bupati Partai Gerindra. Namun, untuk menjaga netralitas Tim 9, sejumlah pengurus mendesak agar hak dan kewenangan Sholeh sebagai tim seleksi Bakal Calon Bupati Partai Gerindra, dicabut.
Menurut Ketua Tim 9, Siswono, Tim 9 DPC Partai Gerindra telah menjaring 14 nama Bakal Calon Bupati Jember. Namun, muncul persoalan baru karena anggota Tim 9, Mohammad Sholeh mendaftarkan diri sebagai Bakal Calon Bupati. Wakil Ketua DPC Partai Gerindra ini menegaskan, dalam rapat audiensi DPC Partai Gerindra terjadi perdebatan terkait posisi Sholeh di Tim 9 setelah dia mencalonkan diri sebagai Bakal Calon Bupati.
Meski terjadi silang pendapat, namun nama Sholeh tetap sebagai anggota Tim 9. Namun untuk menjaga netralitas tim 9, Sholeh tidak dilibatkan dalam proses seleksi dan audiensi Bakal Calon Bupati.
Dalam proses penjaringan Bakal Calon Bupati, DPC Partai Gerindra tidak main-main. Siapapun yang nantinya mendapatkan rekomendasi dan maju sebagai Calon Bupati, harus siap bertempur mati-matian. Sebab, partainya menargetkan memenangkan dalam pilkada mendatang.
Anggota Tim 9 yang juga Bakal Calon Bupati, Mohammad Sholeh, tidak mempermasalahkan jika dirinya tidak ikut menjadi tim penguji Bakal Calon Bupati. Sebab, tidak semua anggota Tim 9 menjadi tim penguji proses audensi tim 9 dengan Bakal Calon Bupati. Ia rela tidak terlibat dalam verifikasi dan audensi, karena memang tidak etis Bakal Calon Bupati menguji Bakal Calon Bupati yang lain. (Hafit)
