Jember Hari Ini – Hingga saat ini persoalan Pasar Kencong Baru belum tuntas. Masih ada keluhan dari sejumlah pedagang terkait subsidi 15 persen dari investor.
Menurut anggota Komisi B DPRD Jember, Nanang M Nasir, dalam rapat dengar pendapat sebelumnya diketahui bahwa pihak investor secara sepihak menaikkan harga los, sehingga subsidi 15 persen dianggap sebagai akal-akalan semata.
Pedagang juga masih khawatir dengan status tanah yang belum jelas, sehingga mereka enggan membayar cicilan. Karena itu, ia berharap Pemkab Jember bisa ikut campur menentukan harga los terutama terhadap 699 pedagang yang menjadi korban kebakaran 10 tahun yang lalu.
Sementara Direktur Arta Wahana, Ahmad Sayadi menyatakan, harga yang diberikan kepada pedagang sudah harga yang layak. Jika diperlukan, Arta Wahana siap bersama-sama pedagang menghitung berdasarkan perhitungan appraisal atau ahli taksir harga.
Ahmad Sayadi berharap para pedagang menyelesaikan kewajibannya. Arta Wahana, kata Ahmad Sayadi, sudah menggelontor dana sekitar Rp 40 miliar untuk merampungkan pembangunan Pasar Kencong Baru. Sedangkan dana yang diterima dari pedagang baru sekitar Rp 20 miliar.
Hingga saat ini, Pasar Kencong Baru berada dalam pengelolaan investor. Ia siap menyerahkan ke Pemkab Jember jika mau men-take over Pasar Kencong Baru, asalkan ada jaminan uang investor kembali. (Hafit)

