Jember Hari Ini – Merebaknya becak bermotor (bentor) dan kereta kelinci yang menaikkan penumpang di jalan dikeluhkan sejumlah sopir angkot kawasan Jember Selatan. Beroperasinya dua kendaraan itu, mengurangi penghasilan para sopir angkot dan tukang becak manual. Para sopir dan tukang becak akhirnya mengadukan kasus itu ke Komisi C DPRD Jember.
Menurut salah seorang sopir angkot Puger Kencong, Ilyas Sofyan Wahyudi, akibat bertambah banyaknya saingan kendaraan tidak resmi tersebut, sopir angkot sampai kesulitan membayar setoran. Bahkan, harus meminjam ke bank harian untuk menutupi setoran Rp 50 ribu per hari.
Para sopir angkot yang sebelumnya bisa menaikkan penumpang di stasiun Rambipuji, sekarang tidak bisa lagi karena dihalang-halangi tukang becak bermotor. Karena itu, Ilyas berharap pemerintah bisa ikut menertibkan becak bermotor dan kereta kelinci yang merebut penumpang angkot. Sebab, sopir angkot telah berkontribusi kepada pemerintah melalui pajak kendaraan dan trayek.
Kepala Unit Pengaturan Jalan dan Pengawalan serta Patroli Satlantas Polres Jember, Ipda Sumarjan menyatakan, Satlantas Polres Jember sudah menertibkan dan menggergaji bentor. Polisi harus memilih becak atau sepeda motornya. Namun, Sumarjan memandang perlu keterlibatan untuk mengatasi masalah itu.
Wakil Ketua Komisi C, Anang Murwanto mengatakan, yang perlu disikapi tidak hanya bentor dan kereta kelinci, tetapi juga dedet. (Hafit)

