Jember waspada tambang, ada 30 perusahaan multi nasional melakukan kolonisasi di Jember, berkedok investasi. Hal ini dipaparkan pakar lingkungan Universitas Jember, Abdul Qodim Manembojo dalam diskusi interaktif yang digelar SBA Institut, diaula prosalina, selasa pagi.
Menurut Qodim, 30 perusahaan dari negara maju ini, telah melakukan kolonisasi di jember, karena jember sangat kaya potensi tambang mineral.
Molornya pengesahan raperda rencana tata ruang wilayah, RT RW selama hampir 2 periode kepala daerah, karena kepala daerah tidak bisa melepaskan diri dari kepentingan ekonomi para investor.
Mulai tahun 2008, PCNU Jember sudah memangkas lebih dari 8 perijinan tambang, karena menyalahi prosedur.
Sedangkan anggota DPR RI dari PKB, Saiful Bahri Anshori justru menyoroti penyebab utama kerusakan lingkungan di Jember.
Menurut Saiful Bahri Anshori, penyebab utama kerusakan lingkungan, karena belum ada itikad baik dari pemkab jember membuat kebijakan yang ramah lingkungan.
Selain itu lemahnya penegakan hukum pada pelaku pembalakan liar, juga menjadi penyebab semakin maraknya perusakan hutan.
Kedepan, pemimpin daerah harus mengedepankan kepentingan masyarakat, sehingga pembangunan jember tidak berorientasi pada kepentingan ekonomi semata.
Sedangkan salah satu bakal calon bupati, yang juga direktur rumah sakit bina sehat, dokter Faida mengaku heran mengapa persoalan tambang, masih diperdebatkan.
Menurut Faida, sudah jelas masyarakat jember menolak tamban, sehingga bupati seharusnya membuat kebijakan yang sejalan dengan kebutuhan masyarakat.
Faida menyoroti banyak persoalan yang menjadi pekerjaan rumah di jember. Salah satunya belum tuntasnya penanganan sampah. Ida

