Jember Hari Ini – Lima belas ribu pohon mahoni berukuran besar di lereng Gunung Argopuro dan menjadi sabuk gunung, ditebang. Sejumlah warga di lima desa dari 2 kecamatan, Panti dan Sukorambi, meresahkan penebangan pohon oleh investor karena khawatir terjadi bencana longsor seperti yang pernah terjadi 2006 silam.
Salah seorang tokoh masyarakat Desa Karangpring Sukorambi, Pak Wan, menyatakan keresahan warga, karena pihak investor menebang habis seluruh pohon tanpa mempertimbangkan dampak bencana alam. Jika terus dibiarkan, maka lima desa dari dua kecamatan di bawah lereng Gunung Argopuro tersebut bisa terancam bencana longsor dan banjir bandang. Oleh sebab itu, ia berharap pihak terkait segera menghentikan aktivitas penebangan pohon mahoni itu.
Warga juga sudah melihat dari dekat lokasi penebangan dan menemukan adanya longsoran kecil saat terjadi hujan deras yang terjadi akhir-akhir ini. Ribuan pohon mahoni itu yang ditebang investor adalah pohon yang tumbuh di atas 178 hektar lahan, dengan kemiringan 90 derajat diatas sungai Kali Manggis, lokasi aliran lumpur banjir bandang pada tahun 2006 silam. (Fathul)

