Jember Hari Ini – Rencana pembelian tembakau oleh perusahaan di Jember, pada tahun 2015 ini turun sekitar 40 persen menjadi 3.100 ton saja.
Menurut Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan Jember, Masykur, kebutuhan tembakau itu terdiri dari tembakau Naoogst Tanam Awal (NOTA), dan Naoogst tradisional. Jika dihitung dari jumlah produksi tembakau NOTA dan Naoogst tradisonal, penurunan volume pembelian itu sudah lebih dari 50 persen. Jumlah produksi NOTA tahun 2014 lalu, sebanyak Rp 5.891 ton dan Naoogst tradisional sebanyak 2.006 ton saja.
Masykur menyatakan, penyebab turunnya target pembelian tembakau Jember, karena persedian tembakau di gudang masih tersedia dan permintaan pasar luar negeri juga mengalami penurunan. Rencana pembelian oleh perusahaan itu, sudah di informasikan kepada sejumlah kelompok tani, dan Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) di Jember. Meski demikian, ia menjamin penanaman tembakau yang bermitra dengan perusahaan, tetap aman akan terbeli sesuai kontrak perjanjiannya.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) pusat, Abdus Setiawan, mengakui penyusutan pembelian tembakau oleh perusahaan. Namun, ia berharap perusahaan lebih mengutamakan membeli tembakau milik petani, ketimbang tembakau miliknya sendiri. (Fathul)
