Jember Hari Ini – Ratusan mahasiswa dan buruh PDP Kahyangan unjuk rasa menolak segala bentuk Kerjasama Operasi (KSO) Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Kahyangan dengan pihak ketiga.
Demikian tuntutan unjuk rasa yang mengatasnamakan gerakan mahasiswa dan buruh menggugat, di depan Kantor Bupati Jember, Kamis siang.
Koodinator unjuk rasa yang juga Ketua Forum Komunikasi Pekerja Antar Kebun (FK-PAK), Dwi Agus Budiyanto, menyebutkan, jika KSO yang pernah dilakukan Bupati terhadap PDP Kahyangan sangat menyakitkan rakyat Jember. Apalagi 159 ton karet senilai miliaran rupiah milik PDP yang hilang dibawa investor, hingga sekarang tidak jelas nasibnya hingga menyebabkan kondisi keuangan PDP Kahyangan kian terpuruk. Oleh sebab itu, buruh menolak keras upaya mempailitkan PDP Kahyangan sebagai alasan untuk melakukan Kerjasama Operasi kembali.
Sayangnya, ratusan pengunjuk rasa yang bermaksud menemui Bupati Jember, MZA Djalal, tidak berhasil menemui satupun pejabat Pemkab Jember. Setelah sekitar 30 menit berorasi di depan Kantor Bupati, mereka langsung melakukan aksi jalan kaki menuju gedung DPRD Jember, untuk menyampaikan aspirasinya. (Fathul)
