Penggunaan Bibit Padi Bersubsidi di kalangan Petani Sangat Rendah

newsJember Hari Ini – Petani tidak tertarik membeli benih padi bersubsidi pemerintah, karena mampu membuat benih sendiri dan membeli benih lain non subsidi. Hal itu dilakukan karena petani tidak mau coba-coba dengan benih yang tidak biasa mereka tanam sebelumnya.

Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian Jember, Abdul Halim, menyebutkan, dari jatah benih bersubsidi untuk 60 ribu hektar, hanya 2.600 hektar yang memanfaatkannya. Dari harga yang ditetapkan senilai Rp 9 ribu per kilogram, jika petani berniat membeli benih bersubsidi itu, hanya diberikan harga Rp 3.600 per kilogramnya.

Dinas Pertanian Jember sudah menyosialisasikan kepada sejumlah kelompok tani, namun tidak banyak petani yang tertarik. Petani lebih memilih menggunakan benih buatan sendiri, dan membeli di toko pertanian meski dengan harga lebih mahal.

Menurut Halim, untuk memanfaatkan benih padi bersubsidi, pemerintah sudah menunjuk rekanan. Kelompok tani melakukan pemesanan dan perencanaan sendiri, Dinas Pertanian hanya menfasilitasi pengajuan benih tersebut. Pemesanan benih bersubsidi, menurut Halim, hanya bisa dilakukan paling lambat bulan September mendatang. (Fathul)

Comments are closed.