Jember Hari Ini – Komisi B DPRD Jember akan membawa kasus kecelakaan laut di pelabuhan Puger yang diduga akibat pemasangan pemecah ombak (break water) yang kurang tepat ke DPRD Provinsi Jawa Timur.
Ketua Komisi B DPRD Jember, Bukri, mengatakan, dari hasil rapat dengar pendapat dengan nelayan Puger dan hasil pengamatan di lapangan, banyak nelayan mengeluhkan pemasangan break water tersebut. Akibat lokasi pemasangan yang tidak tepat, break water yang harusnya mengamankan nelayan dari terjangan ombak, justru memicu terjadinya kecelakaan laut. Saat ini, lanjut Bukri, pihaknya telah meminta kepada nelayan untuk melakukan pendataan berapa jumlah perahu yang karam akibat keberadaan break water tersebut. Data ini akan dibawa ke DPRD Provinsi Jawa Timur sebagai bahan evaluasi, serta untuk mengkaji ulang pemasangan break water.
Diberitakan sebelumnya, nelayan Puger mengadukan persoalan banyaknya kecelakaan laut di Pelawangan Puger. Menurut nelayan, lokasi pemasangan break water tidak tepat, sehingga menjadi penyebab banyaknya kecelakaan laut. (Win)
