Jember Hari Ini – Komisi D DPRD Jember meminta Dinas Tenaga Kerja dan transmigrasi (Disnakertrans) terus melakukan sosialiasi, untuk mengurangi angka Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal. Apalagi, dalam waktu sepekan tercatat ada 3 orang TKI ilegal yang meninggal dunia dan dideportasi karena stress.
Menurut anggota Komisi D DPRD Jember, Mufti Ali, Komisi D DPRD Jember mencatat ada 4 orang TKI bermasalah, 3 orang bekerja di Malaysia, dan 1 orang bekerja di Arab Saudi. Satu orang TKI bernama Nurul Huda, warga Karangsono Bangsalsari, mengalami stres berat sehingga harus dideportasi dari Malaysia. Sementara TKI bernama Suryadi, warga Desa Serut Panti, meninggal dunia karena kecelakaan kerja di sebuah pabrik tahu di Arab Saudi. Bahkan, jenazahnya sempat terkatung-katung selama 2 bulan di Arab Saudi. Sedangkan 2 orang TKI dilaporkan meninggal dunia bernama Siti Kholifah, asal Wuluhan, dan Siti Syarofah asal Semboro.
Mufti Ali berharap Disnakertrans terus menyosialisasikan kelengkapan bekerja di luar negeri secara legal, terutama di daerah kantong TKI. Jika TKI berangkat secara ilegal, pemerintah akan mengalami kendala saat mengurusi pemulangan dan pengurusan hak-haknya sebagai TKI.
Sementara menurut Kepala Seksi Penempatan Kerja Disnakertrans Jember, Sugeng Heri Mulyono, Disnakertrans terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat supaya berangkat menjadi TKI secara legal. Bahkan, masyarakat diminta melapor ke Disnakertrans, jika hendak berangkat menjadi TKI. Pemerintah akan terus mengupayakan pemulangan Siti Kholifah dan Siti Syarofah yang saat ini masih berada di Malaysia. (Hafit)
