Jember Hari Ini – Tanaman pertanian bawang merah di Jember mampu menghasilkan nilai produksi Rp 600 juta per hektar, dengan kualitas super melebihi Blitar dan Brebes.
Salah seorang petani di Jember Selatan, Edy Suryanto, menyatakan, dalam uji coba tanaman bawang merah yang dilakukannya mampu menghasilkan produksi 30 ton per hektar. Ia sudah menawarkan kepada perusahaan yang bersedia membeli bawang merah miliknya dengan harga Rp 20 ribu per kilogram. Perusahaan mitra tersebut sudah melihat langsung bawang merah miliknya dan menilai kualitasnya jauh lebih baik dibanding bawang merah asal Blitar dan Brebes.
Menurut Edy, jika setiap hektar mampu menghasilkan 30 ton dengan harga Rp 20 ribu per kilogram, maka petani bisa memperoleh uang sebesar Rp 600 juta dalam sekali panen. Meski waktu panen bawang merah lebih cepat, namun biaya produksinya mencapai Rp 100 juta per hektar. Selain biaya benihnya mahal, ongkos produksinya juga lebih banyak dibanding tanaman cabe.
Kamis pagi, dilakukan panen 2 hektar tanaman bawang merah di Wuluhan dan Bangsalsari yang dijadikan percontohan pembinaan Koperasi Lestari, dan perwakilan Bank Indonesia Jember. (Fathul)

