Jember Hari Ini – Anjloknya harga tembakau Jember dinilai sebagai kesalahan petani sendiri yang tidak menghiraukan himbauan untuk melakukan pengurangan tanam tembakau.
Dalam rapat dengar pendapat sejumlah eksportir tembakau, perwakilan petani, dengan Komisi B DPRD Jember, Senin siang, terungkap hampir semua eksportir membatasi pembelian tembakau khususnya jenis Na Oogst dan Voor Oogst. Bahkan, eksportir seperti CV Jenggawah Jaya menolak membeli tembakau sekarang karena perusahaannya merugi akibat krisis ekonomi di Eropa. Menurut pimpinan CV Jenggawah Jaya, Herlambang, pembelian tembakaunya tahun lalu hingga sekarang masih penuh di gudangnya karena tidak laku jual. Saat ini dirinya tidak mempunyai modal lagi untuk membeli tembakau dari petani.
Hal senada diungkapkan eksportir tembakau PT Kemuningsari, Hengky alias Gong Sin yang juga menyatakan gudangnya penuh tembakau hasil pembelian musim panen tahun lalu. Pembelian tembakau tahun 2014 hanya 30 persennya yang sudah terjual. Oleh karena itu, pada musim panen tahun ini dirinya tidak leluasa membeli tembakau petani lagi. Gong Sin mengaku sudah menghimbau petani mitranya agar tidak lagi menanam tembakau. Namun petani tetap saja menanam tembakau dengan jumlah lebih besar.
Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Jember, Bukri, menyimpulkan anjloknya harga tembakau saat ini selain karena dampak abu vulkanik Gunung Raung, juga karena krisis di Eropa. Meski demikian, ia berharap eksportir tetap bersedia membeli tembakau petani, agar petani tidak terlalu merugi. (Fathul)

