Eksportir Mulai Bersedia Membeli Tembakau Kasturi Milik Petani

HEARING TEMBAKAU

Hearing soal tembakau petani Jember yang tidak laku jual, Senin siang.

Jember Hari Ini – Berbeda dengan tembakau Na Oogst dan Voor Oogst, sejumlah petani tembakau kasturi mulai bisa bernafas lega karena sejumlah eksportir menyatakan siap melakukan pembelian. Meski demikian, tembakau Kasturi yang tanam bulan April dan Mei, eksportir tidak bisa memaksa melakukan pembelian dengan alasan sudah terpapar abu vulkanik Gunung Raung.

Dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi B DPRD Jember, Senin siang, eksportir menyatakan siap membeli tembakau Kasturi milik petani yang benar-benar aman dari abu vulkanik, yakni musim tanam kedua di bulan Juli dan Agustus.

Eksportir dari CV Pandusata, Hari Basuki, mengaku sudah membuka pembelian sejak 1 September lalu, namun sangat terbatas dari daerah tertentu yang tidak banyak terkena abu vulkanik.     Dari 1 kuintal tembakau yang sudah dibelinya, setelah melalui proses ternyata terdapat 11 kilogram abu yang melekat di tembakau tersebut.

Sementara salah seorang perwakilan petani tembakau Kasturi, Abdur Rahman, menyatakan, jika sebagian besar petani menggantungkan hidupnya dari tembakau. Jika eksportir tidak bersedia membeli, maka nasib petani tembakau Kasturi kolaps dan tidak bisa makan. Oleh sebab itu, Abdur Rahman berharap eksportir dan pemerintah juga memperhatikan nasib petani tembakau.

Senada dengan Abdur Rahman, anggota Komisi B DPRD Jember, Imam Suyuti, berharap berapapun harganya eksportir tetap bersedia membeli tembakau petani. (Fathul)

Comments are closed.