Jember Hari Ini – Dua dari 11 orang siswa SD yang melakukan pesta miras masih dalam kondisi kritis dan harus menjalani perawatan di RSD dr. Soebandi Jember. Keduaya berinisial FM, siswa salah satu SD di Kecamatan Kalisat, dan SH siswa SD di Kecamatan Arjasa.
Kanit Reskrim Polsek Kalisat, Ipda Munandar, menceritakan, keenam orang siswa SDN di seputaran Kalisat ini ditemukan tak sadarkan diri di sebuah gumuk hari Jumat (9/10/2015) sekitar jam 3 sore. Di samping tubuh korban juga ditemukan sisa rebusan air daun kecubung yang diduga habis diminum oleh keenam siswa SD tersebut.
Munandar menjelaskan, salah satu orang tua korban mengaku melihat keenam siswa SD ini merebus air dicampur daun kecubung sekitar jam 2 siang. Ketika ditanya orang tuanya, mereka menjawab daun kecubung tersebut akan digunakan untuk pakan ikan. Namun usai merebus, para siswa yang terdiri dari kelas 4 hingga kelas 6 itu langsung pergi entah ke mana. Mereka baru ditemukan sekitar jam 3 sore dalam kondisi tidak sadarkan diri di sebuah gumuk. Pihaknya, lanjut Munandar, masih belum bisa meminta keterangan korban karena masih harus menjalani perawatan di puskesmas dan rumah sakit.
Sebelumnya, 11 orang siswa SD dari dua kecamatan berbeda harus dilarikan ke rumah sakit akibat keracunan minuman racikan mereka sendiri. Peristiwa pertama terjadi terhadap 5 orang siswa salah satu SD di Kecamatan Arjasa sekitar jam 9 pagi. Saat jam pelajaran olahraga, kelima orang siswa SD ini memilih tidak ikut, tetapi justru berkumpul di sebuah kebun kopi untuk pesta miras oplosan. Setelah minum air mineral yang dicampur daun kecubung, parasetamol, dan minuman penambah stamina, kelimanya tidak sadarkan diri dan dilarikan ke puskesmas setempat. Sedangkan peristiwa kedua terjadi sekitar jam 2 siang, dilakukan oleh 6 orang siswa SD di Kecamatan Kalisat. Keenam siswa SD ini ditemukan warga tidak sadarkan diri di sebuah gumuk, setelah minum campuran air mineral dan bunga kecubung. (Hafit)
