Komisi B DPRD Jember Desak Pemkab Perkuat Pasar Agro di Wirolegi

LOGO newsJember Hari Ini – Komisi B DPRD Jember meminta Pemkab segera mengatur pasar agro di Wirolegi, karena diyakini bisa menjawab kebutuhan petani terkait stabilisasi harga hasil pertanian.

Ketua Komisi B DPRD Jember, Bukri, menegaskan, Komisi B DPRD Jember dan Dinas Pasar sudah merancang program tentang pasar agro yang dipusatkan di wilayah Wirolegi. Pasar ini akan menjadi tempat untuk transaksi penjualan dan pembelian hasil pertanian dalam skala besar. Bahkan, rencananya pasar agro ini bukan hanya melayani distribusi di Jawa Timur, namun diproyeksikan untuk mengatur penjualan hasil pertanian ke luar negeri.    Sehingga nantinya petani tidak lagi menjadi korban permainan harga di pasar.

Sementara sejumlah petani di Desa Jenggawah mengeluhkan anjloknya harga cabai di tingkat petani. Salah seorang petani asal Jenggawah, Nur Akhsin, dalam acara Suara Rakyat Prosalina menuturkan, saat ini harga cabai perkilogram hanya Rp 2 ribu. Padahal, biaya operasional yang dibutuhkan petani mencapai Rp 4 ribu perkilogram. Akibatnya, banyak petani yang membiarkan hasil panen cabai miliknya mengering di sawah karena harga jual cabai tidak sebanding dengan ongkos petik yang harus dikeluarkan.

Petani berharap Disperindag dan ESDM dan Komisi B DPRD Jember memperhatikan kebutuhan petani akibat anjloknya harga hasil pertanian. Bukan hanya cabai, tetapi juga tanaman hasil pertanian lain seperti mentimun, papaya, dan tembakau.

Awal November mendatang Komisi B DPRD Jember akan melakukan konsultasi dengan Kementrian Perdagangan dan Perindustrian, terkait tata niaga pasar agro di Kabupaten Jember.(Ida)

Comments are closed.