Audiotorial “DPT”

SI JURDIL

Si Jurdil

Panwaslih Jember siap menyandingkan perhitungan DPT versi Panwas dan versi KPU. KPU bersikukuh DPT sudah clear. Sebaliknya, Panwas justru menganggap masih ada 88 ribu data pemilih yang bermasalah. Itu sebabnya, kata Ketua Panwaslih Jember, Pak Dima Ahyar, pihaknya siap bersama KPU memeriksa ulang Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Salah satu isu penting dalam pemilu memang daftar pemilih. Begitu pentingnya sehingga daftar pemilih sekaligus juga merupakan salah satu sumber sengketa. Taruh saja pemilih ganda, bisa saja  salah satu nama dimanipulasi oleh pihak-pihak yang sejak awal punya niat memanipulasi suara.

Itu kira-kira sebabnya, mengapa Panwaslih agak ngotot agar DPT dicek ulang. Tetapi kengototan Panwaslih hendaknya tidak dipahami sebagai konflik antar dua lembaga penyelenggara pemilu, KPU versus Panwaslih. Kengototan itu hendaknya dimaklumi dan dipahami sebagai niat dan itikad yang mengarah pada penyelenggaraan pemilu yang berkualitas.

Karena itu, tidak ada salahnya jika kedua lembaga tersebut duduk bersama, berembug lalu mencari jalan keluar. Rekonsiliasi KPU dan Panwasih menjadi penting bukan hanya untuk menutup ruang dan peluang munculnya sengketa di kelak kemudian hari yang melibat kandidat. Lebih dari itu, rekonsiliasi yang menyangkut pemutakhiran dan akurasi daftar pemilih sangat penting bagi ikhtiar menutup celah manipulasi oleh pihak-pihak tertentu. Syukur, kalau ruang rembug itu masih selaras dengan dan tidak menganggu tahapan penyelenggaraan pilkada.

Kata orang pintar semua mesti clear dan clean. Sebegitu rupa, maksudnya kalau sudah clear dan clean maka tidak ada pihak-pihak yang berprasangka miring terhadap lembaga penyelenggara pemilu. Syukur kalau yang direkonsiliasi dan diverifikasi bersama bukan cuma daftar pemilihnya, tetapi juga surat suaranya, TPS-nya, serta semua piranti pendukung penyelenggaraan pemilu. Tujuannya itu tadi, agar pemilu berlangsung sesuai harapan semua pihak, berkualitas dan bermartabat. (Aga)

 

 

Comments are closed.