Jember Hari Ini – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jember menggelar Debat Publik Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati (Cabup–Cawabup) Jember 2015 tahap pertama, Sabtu (7/11/2015) malam. Debat publik digelar di Edelweiss Grand Ballroom Cempaka Hill Hotel Jember sekitar jam 19.30 WIB hingga 22.30 WIB. Debat publik tahap pertama dipandu pakar hukum Universitas Jember, Agung Purwanto.
Debat publik menjadi salah satu instrumen kampanye Cabup dan Cawabup dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2015 ini. Hal tersebut tercantum pada Peraturan KPU (PKPU) Nomor 7 Tahun 2015 tentang Kampanye Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati. Dalam debat publik tersebut melibatkan dua Pasangan Calon (Paslon) yakni Sugiarto–Dwi Koryanto dengan Faida–Abdul Muqit Arief.
Ketua KPU Kabupaten Jember, Achmad Anis, dalam sambutannya mengatakan, KPU memfasilitasi kampanye Paslon salah satunya dengan debat publik. Debat publik bisa memberikan pendidikan politik kepada masyarakat. Oleh karena itu, Anis berharap masyarakat bisa menjaga kondusifitas.
Anis menambahkan, KPU Jember telah menetapkan tim perumus pertanyaan bagi kedua Paslon. Pada debat publik pertama, tim perumus menetapkan tema “Peningkatan Ekonomi Daerah dan Kesejahteraan Masyarakat Jember”.
Sementara Divisi Sosialisasi dan Hubungan Antar Lembaga KPU Jember, Ahmad Hanafi, menjelaskan, rencananya debat publik akan dilaksanakan tiga kali selama event Pilkada 2015. Pertama pada tanggal 7 November, kedua tanggal 14 November dan terakhir pada 21 November mendatang. Debat publik akan disiarkan melalui televisi lokal dan radio. Di tiap kecamatan juga disediakan layar untuk Nonton Bareng (Nobar) agar masyarakat juga bisa melihat proses debat publik.
Saat debat publik berlangsung, Paslon nomor urut 1, Sugiarto–Dwi Koryanto memaparkan visi dan misinya untuk menciptakan Jember yang lebih harmoni. Dalam sektor ekonomi, Paslon ini menyatakan pertumbuhan ekonomi Jember menunjukkan hasil yang membanggakan. Sugiarto memaparkan, pertumbuhan ekonomi Jember 6,90 persen pada 2014, lebih tinggi dibandingkan Jawa Timur sebesar 6,5 persen dan nasional sebesar 6,6 persen. Hal ini dirasa perlu dijaga dan ditingkatkan lagi.
Sementara itu, Paslon nomor urut 2, Faida–Abdul Muqit Arief menitikberatkan persoalan ekonomi pada pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Pertumbuhan ekonomi Jember harus tumbuh merata dari kota hingga ke pelosok desa. Pengembangan SDM Jember bisa optimal untuk menunjang perekonomian daerah yang lebih baik.
Usai acara, kedua Paslon saling menyapa dan berjabat tangan. Hal ini sebagai tanda bahwa pelaksanaan Pilkada di Jember berjalan aman, damai, dan kondusif. (Anto-Win)
Sumber : KPU Kabupaten Jember

