Jember Hari Ini – Dinas Perhubungan akhirnya berencana melandaikan pita kejut yang terpasang di sejumlah ruas jalan. Sebelumnya, pemasangan pita kejut diresahkan masyarakat pengguna jalan. Selain karena jaraknya berdekatan, pita kejut yang ada di Jember juga dinilai terlalu tinggi.
Menurut Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Jember, Gatot Triono, rencana melandaikan pita kejut bukan karena protes masyarakat, melainkan karena kesadaran pengguna jalan untuk mengurangi kecepatan ketika memasuki kota dinilai sudah cukup baik. Dinas Perhubungan bersama Satuan Lalu Lintas Polres Jember sudah melakukan evaluasi penggunaan pita kejut selama satu tahun, dan hasilnya memang mampu menurunkan angka kecelakaan lalu lintas. Laju kendaraan dalam kota Jember saat ini, lanjut Gatot, stabil di angka 40 kilometer per jam. Padahal, sebelum adanya pita kejut laju kendaraan yang masuk kota mencapai 80 kilometer per jam.
Kepada wartawan, Gatot menyatakan pemasangan pita kejut tetap dibutuhkan untuk kewaspadaan pengendara lalu lintas yang memasuki kota Jember. Oleh sebab itu, pita kejut yang terpasang tidak akan dibongkar, namun cukup dilandaikan dari sebelumnya. (Fath)

