Jember Hari Ini – Sedikitnya 8 hektar lahan Perhutani di Gunung Manggar rusak akibat banyaknya galian tambang emas liar yang dilakukan oleh masyarakat lokal dan luar Jember. Meski Perhutani bersama aparat kepolisian dan TNI sudah beberapa kali melakukan operasi, namun belum juga mampu menghentikan aktivitas tambang emas liar tersebut.
Wakil Kepala Perhutani Jember, Krido, berjanji akan meningkatkan pengamanan dan melakukan operasi dalam skala besar dengan melibatkan Polres Jember dan Polda Jatim untuk menghentikan dan menindak tegas pelaku tambang liar. Krido mengaku kesulitan menangkap pelaku tambang liar itu karena lokasinya jauh dari pemukiman warga. Saat pihaknya bersama polisi dalam perjalanan menuju lokasi, para penambang liar sudah melarikan diri.
Senada dengan Krido, Kapolsek Wuluhan, AKP Zaenuri, dalam acara Fokus Grup Diskusi Bersama Bank Indonesia Kamis siang, mengaku kewalahan menertibkan aktivitas tambang emas liar tersebut. Saat polisi melakukan penangkapan terhadap beberapa pelaku tambang, saat itu juga sejumlah warga melakukan unjuk rasa kepada Perhutani maupun Polsek Wuluhan. Oleh sebab itu, Zainuri menilai operasi dengan skala besar dengan melibatkan Polres Jember dan Polda Jawa Timur sudah saatnya dilakukan agar aktivitas tambang liar itu benar-benar berhenti. (Fath)

