Jember Hari Ini – Sebagian petani di Wuluhan mulai bisa memanfaatkan air sungai yang tersumbat lumpur longsoran Gunung Manggar untuk musim tanam padi di awal tahun ini. Meski demikian, suplai air yang tersedia belum sesuai harapan sehingga perlu suplai air sumur setempat.
Salah seorang petani Desa Kesilir Wuluhan, Khoirul Anam, mengatakan, sejak dilakukan kerja bhakti massal pengerukan sungai, air mulai bisa mengalir dan meresap ke sumur-sumur sawah petani. Meski demikian, air yang tersedia masih sangat terbatas dan harus bergantian dengan petani lain.
Menurut Kepala Seksi Operasi Dinas Pekerjaan Umum Pengairan Jember, Didik Kusminardi, setelah adanya kerja bhakti massal mengatasi pendangkalan sungai oleh warga, debit air yang awalnya hanya 65 liter sekarang sudah naik menjadi 250 liter. Kerja bhakti yang dilakukan dengan melibatkan 1.500 petani itu mampu membersihkan sebagian kecil pendangkalan sungai sepanjang 1,5 kilometer. Namun, untuk mendapatkan suplai air secara normal, masih membutuhkan kegiatan pengerukan dengan skala lebih besar lagi.
Diberitakan sebelumnya, ribuan hektar lahan pertanian di Wuluhan dan Ambulu tidak bisa mulai menanam padi karena kesulitan mendapatkan air irigasi dari sungai Desa Kesilir Wuluhan. Sungai tersebut tersumbat lumpur dari Gunung Manggar yang rusak karena menjadi lahan tambang emas liar. (Fath)

