Jember Hari Ini – Perhutani membantah penyebab pendangkalan sungai Desa Kesilir Wuluhan murni akibat penambangan liar di Gunung Manggar. Menurut Asisten Perhutani KRPH Wuluhan, Sutiono, hanya 0,6 persen hutan Manggar yang rusak akibat tambang liar tersebut. Sehingga Sutiono menilai kurang tepat jika Gunung Manggar dinilai sebagai penyebab utama pendangkalan sungai Kesilir.
Sutiono menjelaskan, aliran sungai Desa Kesilir berasal dari 2 saluran curah atau limpahan air. Satu saluran di luar kawasan hutan dan satu saluran berada di perbatasan antara kawasan hutan dengan pertanian warga. Ketika turun hujan cukup deras, lanjut Sutiono, justru tanah dari areal pertanian warga yang sekarang ditanami jagung yang terbawa arus ke saluran limpahan dan menuju sungai Desa Kesilir. Hanya sebagian kecil tanah yang berasal dari kawasan tambang liar.
Lebih jauh Sutiono menjelaskan, sebelum adanya penambangan liar di Gunung Manggar, pendangkalan sungai Desa Kesilir Wuluhan memang terjadi setiap tahun yang mengakibatkan tersumbatnya saluran irigasi untuk pertanian masyarakat. Sutiono berharap pihak terkait melihat dari dekat kondisi hutan yang menjadi lokasi tambang liar dan aliran pelimpah atau curah yang dianggap menjadi penyebab pendangkalan tersebut.
Diberitakan sebelumnya, pendangkalan sungai Desa Kesilir Wuluhan mengganggu produksi pertanian 7 desa di 2 kecamatan, Ambulu dan Wuluhan. Pendangkalan sungai tersebut diduga akibat lumpur longsoran lokasi tambang liar di Gunung Manggar. (Fath)

