Jember Hari Ini – Kepala Perhutani KPH Jember, Johan Suryo Saputro, menegaskan, penambang ilegal yang beroperasi di Gunung Manggar Wuluhan sekarang seluruhnya masyarakat setempat.
Menurut Johan, sejak dilakukan operasi besar-besaran tahun 2014 lalu, penambang ilegal dari luar daerah, khususnya pelarian dari tambang emas Tumpang Pitu Banyuwangi sudah meninggalkan Gunung Manggar. Mereka yang sebelumnya mempekerjakan masyarakat sekitar Gunung Manggar sudah menjual peralatannya kepada warga sekitar. Sehingga aktivitas penambangan ilegal di Gunung Manggar dilakukan sendiri oleh warga setempat tanpa campur tangan orang dari luar daerah.
Diberitakan Prosalina FM sebelumnya, tim gabungan TNI, polri dan Perhutani dipimpin langsung Kapolres Jember AKBP Sabilul Alif, Jumat (29/1/2016) pagi melakukan operasi di Gunung Manggar. Kapolres Jember memberikan deadline waktu kepada warga sekitar agar menyerahkan seluruh peralatan penambangan. Kapolres juga meminta seluruh warung maupun tempat parkir dadakan yang berdiri di sepanjang jalan menuju lokasi tambang, segera dibongkar.
Polres Jember juga akan melakukan penutupan seluruh lubang galian tambang pekan depan dengan mengerahkan sedikitnya 500 orang personil. Kapolres meminta seluruh petugas yang melakukan penutupan lubang galian tambang menginap di Gunung Manggar, hingga seluruh lubang tertutup total. (Fath)

